Sabtu, 08 Mei 2010

Orang Madura Di Hotel

Adalah sebuah cerita tentang seorang madura yang kaya raya pergi ke suatu tempat dan menginap di sebuah hotel yang mewah. Sebelum tidur malam ia memanggil pelayan hotel untuk pesan sarapan agar besok pagi dia tidak perlu repot.

Orang Madura (OM): Pelayan saya mau pesan sarapan untuk besok pagi ya, tolong dicatat, saya minta diantar di kamar saya jam 6 pagi, jangan telat ya sebab saya ada rapat.

Pelayan (P): Mau pesan apa Tuan?

OM: Saya mau pesan bret jembret.

P: Apa Tuan???

OM: Bret jembret!!!

P: Maaf Tuan apa itu bret jembret???

OM: Sampeyan ini gimana sih, jadi pelayan hotel terkenal kok bego. Anda bisa bahasa inggris nggak ?? Bahasa inggrisnya roti apa??

P: Bread Tuan.

OM: Nah sekarang bahasa inggrisnya selai apa???

P: Jam Tuan.

OM: Lah itu kalau roti dikasih selai terus atasnya dikasih roti lagi apa nggak bread jam bread tak iyah… doh sampeyan ini gimana sih!!!

P: Ooooooooooh itu Tuan. Lalu minumnya apa Tuan??

OM: Susu soda!!!

P: Pakai es Tuan???

OM: Lho lha iya pakai es dong, kalo nggak pake es kan jadi “u u oda” tak iya, dok re mak sampeyan ini!!!

P: ???!!!

· · · · · · · · · ·

Balas Dendam

Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar.

“Permisi, boleh saya mentraktir anda minum?” tawar seorang laki2 muda menghampirinya.

“Apa? Ke hotel?” teriak si gadis.

“Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minuman……”

“Kau meminta aku menemanimu ke hotel?” teriak si gadis lebih keras.

Merasa ditolak, dengan perasaan malu, laki2 muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatap laki2 itu dengan sinis dan mencibir.

Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki2 muda itu. “Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya.”

Si laki2 menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya, “Berapa? Dua ratus ribu???!!!”

· · · · · · · · · ·

Minggu, 28 Maret 2010

Petak Umpet

Ada empat teman namanya BEGOK,SOPAN,SANTUN DAN MATI
bermain petak umpet kebetulan begok yang jaga
SOPAN DAN SANTUN ketemu di kamar mandi
nah tinggal mati yang belum ketemu
si begok lari nyebrang jalan mau ketabrak truk...

Sopir truk :Kamu begok ya!!!!!!!! dengan kata kasar
Begok :Iya pak
Sopir truk:Kamu mau cari mati ya....Dengan kata kasar lagi
Begok:Iya pak
Sopir truk :Sopan santun kamu di mana !!!!! dengan nada kasar
Begok :Di kamar mandi pak.saya mau cari MATI dulu pak
Sopir truk :Ini aku yang begoo apa anak ini yang sedeng bicara dalam hati

Tips Menghadapi POLANTAS

Berani enggak “gokil” begini ?

Seorang Polantas menghentikan mobil seorang pria yang ngebut dengan kecepatan tinggi menerobos lampu merah, dan bermaksud menilangnya.

Polantas: “Selamat malam Pak. Tolong lihat SIM-nya”.
Pria : “Wah, nggak ada Pak. SIM saya sudah dicabut gara-gara terlalu sering ditilang”.
Polantas: (Menyeringai) “Oya .? Kalau begitu, tolong perlihatkan STNK-nya”.
Pria : “Nggak punya Pak. Soalnya ini bukan mobil saya. Ini mobil hasil curian”.
Polantas: “Mobil curian?”
Pria : “Benar Pak. Tapi, tunggu sebentar. Kalau nggak salah ingat, saya lihat ada STNK di kotak perkakas di jok belakang waktu saya menyimpan pistol saya di sana”
Polantas: “Hah …? Ada pistol di kotak perkakas?”
Pria : “Iya Pak. Saya menaruh pistol saya di sana ketika saya selesai merampok dan membunuh seorang wanita dan menaruh mayatnya di bagasi”.
Polantas: “Ada MAYAT di BAGASI ..?”
Pria : (Dengan muka dingin) “Iya Pak….”.

Mendengar demikian, dengan panik si Polantas menelepon atasannya yang kemudian menghubungi Kapolda. Tidak berapa lama kemudian, mobil itu segera dikepung oleh mobil-mobil polisi dan Kapolda mendekati si pria sambil memintanya untuk tetap tenang.

Kapolda: “Boleh saya lihat SIM Anda, Pak ?”
Pria : “Oh, tentu”. (SIM-nya masih berlaku dan resmi)
Kapolda: “Mobil siapa ini ?”
Pria : “Mobil saya Pak. Ini STNK saya”. (Juga masih berlaku)
Kapolda: ” Boleh Anda buka kotak perkakas dengan perlahan dan tunjukkan kepada saya pistol Anda di sana ?”
Pria : “Tentu saja Pak, tapi tidak ada pistol disana”. (Tentu saja, memang tidak ada pistol di sana)
Kapolda: “Hmm.. kalau begitu, boleh tolong buka bagasinya? Saya mendapat laporan bahwa ada mayat di sana”.
Pria : “Baik Pak …” (Bagasi dibuka dan memang tidak ada mayat di sana.)
Kapolda: “Saya tidak mengerti. Petugas yang menghentikan mobil Bapak mengatakan bahwa Bapak tidak mempunyai SIM, mencuri mobil ini, punya pistol di kotak perkakas, habis merampok dan membawa mayat di bagasi”.
Pria : “Oh, begitukah ceritanya .? Saya yakin si pembohong besar itu juga mengatakan kepada Bapak bahwa saya ngebut melanggar lampu merah .”.

Bolot

Alkisah seorang tukang becak yang bolot dengan seorang turis dari inggris :

Org Inggris: “COME HERE, COME HERE!”
Tukang becak: “Hah?! GAMBIR???”
Org Inggris : “WHAT?”
Tukang becak : “KUAT koq….”
Org Inggris : “LET`S GO!”
Tukang becak : “Hah?! CENGGO?! Becak bapak lu CENGGO!”